Perbedaan Norma,Etika,dan Moral

Perbedaan Norma,Etika dan Moral

Berikut kami sajikan perbedaan antara norma,etika dan moral

  1. ETIKA

Etika berasal dari kata “Ethos” yang berarti adat kebiasaan yakni perilaku yang dilakukan secara terus menerus  yang kemudian dinilai baik dan buruknya,boleh atau tidak,pantas atau tidak pantas.

Dari perspektif filsafat  etika merupakan cabang filsafat yang mempelajari tingkah laku manusia dinilai dari segi baik buruk,baik dan jahat yang dillakukan secara sadar,bebas dan disengaja.sebab perilaku yang dilakukan secara tidak sadar tidak bebas dan tidak disengaja tidak boleh diberi sangsi.kalaupun diberi sanksi akan lebih ringan atau paling ringan

 

Etika terdiri dari etika Umum dan etika Khusus.Etika Umum adalah aturan/prinsip yang berlaku bagi setiap tindakan manusia,sedangkan etika khusus membahas prinsip prinsip yang ada hubungannya dengan berbagai tindakan manusia

 

Etika khusus terdiri atas etika individu dan etika sosial.etika individu membahas kewajiban manusia  kepada dirinya sendiri,etika sosial membahas kewajiban kewajiban diri sendiri kepada manusia yang lain dalam lingkup kehidupan bermasyarakat.

 

 

 

  1.  Moral

Yakni  tradisi kepercayaan mengenai  perilaku benar dan salah.Norma moral adalah sistem aturan yang berlaku bagi manusia yang bersumber  dari hati nurani manusia

Moral dapat dikatakan sama satu dengan manusia yang lain,karena bersumber pada hati nurani manusia.Didalam hati nurani manusia  terdapat fungsi yang sudah ada sejak lahir kesadaran ini muncul bersamaan dengan perkembangan tingkat kedewasaan manusia. Yang menjadi dasar moral adalah: kesamaan mengenai harkat dan martabat yang sama,semua warga negara mempunyai status dan kedudukan yang sama

 

  1. Norma

Merupakan sistem aturan hidup yang bersumber pada kesepakatan kesepakatan yang  diciptakan oleh dan dalam komunitas pada wilayah tertentu.

norma dibedakan menjadi dua yaitu:

a.Norma Umum

adalah  aturan yang bersifat umum dan universal  meliputi :

  • Norma Hukum : aturan sosial yang dibuat oleh lembaga-lembaga tertentu, misalnya pemerintah, sehingga dengan tegas dapat melarang serta memaksa orang untuk dapat berperilaku sesuai dengan keinginan pembuat peraturan itu sendiri. Pelanggaran terhadap norma ini berupa sanksi denda sampai hukuman fisik (dipenjara, hukuman mati)
  • Norma sopan santun:

peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan sekelompok itu. Norma kesopanan bersifat relatif, artinya apa yang dianggap sebagai norma kesopanan berbeda-beda di berbagai tempat, lingkungan, atau waktu.

  • Norma kesusilaan : Norma kesusilaan adalah norma yang bersumber dari hati nurani (batin) manusia agar manusia selalu berbuat kebaikan dan tidak melakukan perbuatan yang tercela. Pada dasarnya setiap manusia memiliki hati nurani yang sama dan selalu mengajak pada kebaikan dan kebenaran. Karenanya, ketika melakukan pelanggaran terhadap teguran hati nurani, akan timbul penyesalan dan rasa kecewa yang mendalam. Inilah sanksi yang diterima saat melanggar norma kesusilaan.

 

  • Perbedaan norma hukum dan norma social adalah:

Norma hukum

* Aturannya pasti (tertulis)

* Mengikat semua orang

* Memiliki alat penegak aturan

* Dibuat oleh penegak hukum

* Bersifat memaksa

* Sanksinya berat

 

  • Norma social:

* Kadang aturannya tidak pasti dan tidak tertulis

* Ada/ tidaknya alat penegak tidak pasti (kadang ada, kadang tidak ada)

* Dibuat oleh masyarakat

* Bersifat tidak terlalu memaksa

* Sanksinya ringan

b.Norma Khusus

adalah merupakan aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan khusus atau kehidupan khusus.

Posted by:

Sudarnik

01110068

 

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY

PT TIRTA INVESTAMA(AQUA)

TERHADAP KELESTARIAN LINGKUNGAN

Untuk Memenuhi Tugas Etika Bisnis

 

DISUSUN OLEH:

SUDARNIK

JURUSAN AKUNTANSI

UNIVERSITAS NAROTAMA

SURABAYA

2011

 

 

KATA PENGANTAR

 

Penyusun memanjatkan  puji syukur  ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan petunjuk-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan karya tulis dengan judul “Komitmen Aqua Terhadap Kelestarian Lingkungan”.

Dalam penulisan karya tulis ini, penyusun banyak memperoleh bantuan dari berbagai pihak, baik secara materil maupun nonmateril. Pada kesempatan ini, penyusun mengucapkan terima kasih kepada :

1.       Ibu Ayu , selaku dosen Etika Bisnis yang dengan sabar membimbing penyusun dalam penulisan karya tulis ini.

2.       Keluarga penyusun atas kesabaran dan pengertiannya dengan penuh kasih sayang serta memberikan dukungan kepada penyusun.

3.       Semua pihak yang telah membantu menyelesaikan karya tulis ini.

Penyusun juga menyadari bahwa karya tulis yang disusun masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, segala masukan, kritik, dan saran yang membangun dari berbagai pihak, sangat diharapkan penyusun guna memperbaiki karya tulis selanjutnya.

Akhir kata, penyusun berharap semoga karya tulis ini bermanfaat bagi seluruh pihak yang membutuhkan.

 

Surabaya,02 Oktober 2012

 

 

Penyusun

 

 

 


 

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL`……………………………………………………………         i

DAFTAR ISI………………………………………………………………………..        ii

KATA PENGANTAR…………………………………………………………..       iii

BAB I     PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Kasus………………………………………..        1

B.   Rumusan Masalah…………………………………………….        2

C.  Metode Penulisan……………………………………………..        2

BAB II    LANDASAN TEORI

A.  Pengertian CSR…………………………………………………        3

B.   Sejarah CSR……………………………………………………..        4

C.  Dasar Hukum…………………………………………………..        6

D.  Alasan Terkait Bisnis…………………………………………        6

E.   Prinsip-Prnsip yang Harus Dipegang dalam

Melaksanakan CSR……………………………………………        7

F.      Indikator Keberhasilan CSR……………………………….        8

BAB III   PEMBAHASAN

A.    Dampak Negatif bagi  masyarakat tanpa adanya CSR ………………..         9

B.      Dampak Positif CSR terhadap Masyarakat…………      10

C.     Upaya Penerapan Tanggung Jawab Sosial

Perusahaan Aqua untuk Berkembang………      10

D.    Bentuk Tanggung Jawab Sosial AQUA

Terhadap masyarakat      11

BAB IV.. PENUTUP

A.    Kesimpulan………………………………………………………      13

B.      Saran……………………………………………………………….      13

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………      14

DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………….      15


 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kasus

Air merupakan sumber kehidupan.Tanpa air maka tiada kehidupan.Mengingat begitu pentingnya air maka sudah menjadi kewajiban bagi kita semua untuk tetap menjaga kelestariannya.Hal itulah yang mendasari PT TIRTA INVESTAMA sebagai produsen AQUA untuk menjaga kelestarian sumber sumber air sehingga  kelestarian sumber air dapat dijaga(tidak hilang).

Perseroan telah berdiri selama hampir 36 tahun dan selama itu pula Perseroan sangat bergantung pada sumber daya air sebagai bahan baku utamanya. Ketersediaan air untuk kelangsungan usaha Perseroan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sumber air yang tidak terlepas dari keberadaan masyarakat yang tinggal dalam radius tertentu di sekitarnya yang merupakan bagian dari lingkungan itu sendiri. Perseroan menyadari pentingnya keseimbangan antara sumber air, Perseroan dan masyarakat di lingkungan sekitar sebagai salah satu syarat terciptanya pertumbuhan berkelanjutan. Perseroan berkomitmen menjalankan berbagai kegiatan atau program dalam rangka menciptakan keseimbangan serta wujud Tanggungjawab Sosial Perseroan. Perseroan sudah menerapkan pendekatan berbasis masyarakat dalam menjalankan program-program sosialnya dengan melakukan kemitraan dengan masyarakat, pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan yanglain. Pertumbuhan Berkelanjutan dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Sustainable Development and Corporate Social Responsibility – SD&CSR) telah menjadi bagian dari kebijakan strategis Perseroan di bawah payung “AQUA Lestari”, yaitu perkembangan berkelanjutan berbasis masyarakat.

Pembangunan yang dilakukan besar-besaran di Indonesia dapat meningkatkan kemakmuran namun disisi lain hal ini juga dapat membawa dampak negatif terhadap lingkungan hidup. Dampak yang diakibatkan dari pencemaran lingkungan yang disinyalir dari buangan proses sebuah industri mengakibatkan rusaknya ekosistem (pencemaran terhadap ikan dan air) serta mengakibatkan sejumlah penyakit dimasyarakat sekitar

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka kami tertarik untuk membuat karya tulis tentang bentuk tanngung jawab perusaan terhadap masyarakat.

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas permasalahan yang kami bahas yaitu :

  1. Apakah dampak negatif yang ditimbulkan oleh PT Tirta Investama tanpa adanya  air masyarakat ?
  2.   Seberapa jauhkah CSR berdampak positif bagi masyarakat ?
  3. Bagaimana upaya penerapan tanggung jawab sosial perusahaan PT. Tirta Investama(Aqua) untuk  berkembang bersama masyarakat?
  4. Bagaimanakah bentuk tanggung jawab sosial  PT Tirta Investama mengenai kelestarian  sumber air  yang ada dimasyarakat?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

LANDASAN TEORI

Dalam penyusunan karya tulis ini, kami menggunakan teori-teori yang sudah ada untuk mendukung kebenaran data karya tulis kami. CSR berhubungan erat dengan “pembangunan berkelanjutan“, di mana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus berdasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.

 

A. Pengertian CSR

Corporate Social Responsibility (CSR) ialah sebuah pendekatan dimana perusahaan mengintegrasikan kepedulian sosial di dalam operasi bisnis mereka dan dalam interaksi mereka dengan para stakeholder berdasarkan prinsip kemitraan dan kesukarelaan (Nuryana, 2005)

Menurut Zadek, Fostator, Rapnas

CSR adalah bagian yang tidak terpisahkan dari strategi bersaing jagka panjang yang berorientasi pada avokasi pendampingan & kebijakan publik.

CSR (Program Corporate Social Reponsibility) merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh perusahaan sesuai dengan isi pasal 74 Undang-undang Perseroan Terbatas (UUPT) yang baru. Undang-undang ini disyahkan dalam sidang paripurna DPR.

Dalam pasal 74 ayat 1 diatur mengenai kewajiban Tanggungjawab sosial dan lingkungan bagi perseroan yang menangani bidang atau berkaitan dengan SDA, ayat 2 mengenai perhitungan biaya dan asas kepatutan serta kewajaran, ayat 3 mengenai sanksi, dan ayat 4 mengenai aturan lanjutan. Ketiga, Undang-Undang No.25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Pasal 15 (b) menyebutkan bahwa “Setiap penanam modal berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan”.

Namun UU ini baru mampu menjangkau investor asing dan belum mengatur secara tegas perihal CSR bagi perusahaan nasional. Tentu saja kedua ketentuan undang-undang tersebut diatas membuat fobia sejumlah kalangan terutama pelaku usaha swasta lokal. Apalagi munculnya Pasal 74 UU PT yang terdiri dari 4 ayat itu sempat mengundang polemik. Pro dan kontra terhadap ketentuan tersebut masih tetap berlanjut sampai sekarang. Kalangan pelaku bisnis yang tergabung dalam Kadin dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang sangat keras menentang kehadiran dari pasal tersebut.

Jika ditarik pada berbagai pengertian di atas maka CSR merupakan komitmen perusahaan terhadap kepentingan pada stakeholders dalam arti luas dari sekedar kepentingan perusahaan belaka. Dengan kata lain, meskipun secara moral adalah baik bahwa perusahaan maupun penanam modal  mengejar keuntungan, bukan berarti perusahaan ataupun penanam modal   dibenarkan mencapai keuntungan dengan mengorbankan kepentingan-kepentngan pihak lain yang terkait.

 

B. Sejarah CSR

Istilah CSR pertama kali menyeruak dalam tulisan Social Responsibility of the Businessman tahun 1953. Konsep yang digagas Howard Rothmann Browen ini menjawab keresahan dunia bisnis. Belakangan CSR segera diadopsi, karena bisa jadi penawar kesan buruk perusahaan yang terlanjur dalam pikiran masyarakat dan lebih dari itu pengusaha di cap sebagai pemburu uang yang tidak peduli pada dampak kemiskinan dan kerusakan lingkungan. Kendati sederhana, istilah CSR amat marketable melalu CSR pengusaha tidak perlu diganggu perasaan bersalah.

CSR merupakan tanggung jawab  aktivitas sosial kemasyarakatan yang tidak berorientasi profit.

§      John Elkington dalam buku ”Triple Bottom Line” dengan 3P tipe yaitu:

Profit à Mendukung laba perusahaan

People à Meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Planet à meningkatkan kualitas lingkungan

Pengertian CSR sangat beragam. Intinya, CSR adalah operasi bisnis yang berkomitmen tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan secara finansial, tetapi untuk pembangunan sosial-ekonomi kawasan secara holistik, melembaga, dan berkelanjutan. Beberapa nama lain yang memiliki kemiripan dan bahkan sering diidentikkan dengan CSR adalah corporate giving, corporate philanthropy, corporate community relations, dan community development.

Ditinjau dari motivasinya, keempat nama itu bisa dimaknai sebagai dimensi atau pendekatan CSR. Jika corporate giving bermotif amal atau charity, corporate philanthropy bermotif kemanusiaan dan corporate community relations bernapaskan tebar pesona, community development lebih bernuansa pemberdayaan.

Dalam konteks global, istilah CSR mulai digunakan sejak tahun 1970-an dan semakin populer terutama setelah kehadiran buku Cannibals with Forks: The Triple Bottom Line in 21st Century Business (1998) karya John Elkington. Mengembangkan tiga komponen penting sustainable development, yakni economic growth, environmental protection, dan social equity yang digagas the World Commission on Environment and Development (WCED) dalam Brundtland Report (1987), Elkington mengemas CSR ke dalam tiga fokus: 3P (profit, planet, dan people). Perusahaan yang baik tidak hanya memburu keuntungan ekonomi belaka (profit), tetapi memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan (planet) dan kesejahteraan masyarakat (people).

Di Indonesia, istilah CSR semakin populer digunakan sejak tahun 1990-an. Beberapa perusahaan sebenarnya telah lama melakukan CSA (corporate social activity) atau aktivitas sosial perusahaan. Walaupun tidak menamainya sebagai CSR, secara faktual aksinya mendekati konsep CSR yang merepresentasikan bentuk “peran serta” dan “kepedulian” perusahaan terhadap aspek sosial dan lingkungan.

Melalui konsep investasi sosial perusahaan seat belt, sejak tahun 2003 Departemen Sosial tercatat sebagai lembaga pemerintah yang aktif dalam mengembangkan konsep CSR dan melakukan advokasi kepada berbagai perusahaan nasional. Kepedulian sosial perusahaan terutama didasari alasan bahwasannya kegiatan perusahaan membawa dampak (baik maupun buruk) bagi kondisi lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat, khususnya di sekitar perusahaan beroperasi.

Selain itu, pemilik perusahaan sejatinya bukan hanya shareholders atau para pemegang saham, melainkan pula stakeholders, yakni pihak-pihak yang berkepentingan terhadap eksistensi perusahaan. Stakeholders dapat mencakup karyawan dan keluarganya, pelanggan, pemasok, masyarakat sekitar perusahaan, lembaga-lembaga swadaya masyarakat, media massa, dan pemerintah selaku regulator.

 

C.  Dasar  Hukum

Landasan hukum yang menyangkut CSR terdapat dalam:

UU. 40 tahun 2007 yang berisi peraturan mengenai diwajibkannya melakukan CSR. Direksi yang bertanggung jawab bila ada permasalahan hukum yang menyangkut perusahaan & CSR.

Penjelasan pasal 15 huruf b UU Penanaman Modal menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan “tanggung jawab sosial perusahaan” adalah tanggung jawab yang melekat pada setiap perusahaan penanaman modal untuk tetap menciptakan hubungan yang serasi, seimbang, dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma, dan budaya masyarakat setempat “.

Pasal 1 angka 3 UUPT , tangung jawab sosial dan lingkungan adalah komitmen perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perseroan sendiri, komunitas setempat maupun masyarakat pada umumnya.

 

 

D.  Prinsip-Prinsip yang Harus Dipegang dalam Melaksanakan CSR

Prinsip pertama adalah kesinambungan atau sustainability. Ini bukan berarti perusahaan akan terus-menerus memberikan bantuan kepada masyarakat. Tetapi, program yang dirancang harus memiliki dampak yang berkelanjutan. CSR berbeda dengan donasi bencana alam yang bersifat tidak terduga dan tidak dapat di prediksi. Itu menjadi aktivitas kedermawanan dan bagus.

Prinsip kedua, CSR merupakan program jangka panjang. Perusahaan mesti menyadari bahwa sebuah bisnis bisa tumbuh karena dukungan atmosfer sosial dari lingkungan di sekitarnya. Karena itu, CSR yang dilakukan adalah wujud pemeliharaan relasi yang baik dengan masyarakat. Ia bukanlah aktivitas sesaat untuk mendongkrak popularitas atau mengejar profit.

Perinsip ketiga, CSR akan berdampak positif kepada masyarakat, baik secara ekonomi, lingkungan, maupun sosial. Perusahaan yang melakukan CSR mesti peduli dan mempertimbangkan sampai kedampaknya.

Prinsip keempat, dana yang diambil untuk CSR tidak dimasukkan ke dalam cost structure perusahaan sebagaimana budjet untuk marketing yang pada akhirnya akan ditransformasikan ke harga jual produk. “CSR yang benar tidak membebani konsumen.

 

F.  Indikator Keberhasilan CSR

Indikator keberhasilan dapat dilihat dari dua sisi perusahaan dan masyarakat. Dari sisi perusahaan, citranya harus semakin baik di mata masyarakat. Sementara itu, dari sisi masyarakat, harus ada peningkatan kualitas hidup. Karenanya, penting bagi perusahaan melakukan evaluasi untuk mengukur keberhasilan program CSR, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Satu hal yang perlu diingat, “Salah satu ukuran penting keberhasilan CSR adalah jika masyarakat yang dibantu bisa mandiri, tidak melulu bergantung pada pertolong orang lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

  1. 1.       Dampak Negatif

a)      Bagi masyarakat tanpa adanya CSR

Dampak yang mungkin terjadi pada masyarakat tanpa adanya  CSR PT.Tirta Investama(Aqua) yaitu :

  1. Kurangnya suply air bersih kepada masyarakat sekitar sumber air

Abdul Jalil, salah seorang warga Desa Jeladri, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur setiap hari rutin mencari air bersih ke bak penampungan di kampungnya.

Untuk mendapatkan air bersih sebanyak tiga jerigen masing-masing berisi 35 liter ia harus bersabar antre dengan warga lainya. Sebab saat-saat musim kemarau ini debit air di bak penampungan turun drastis.Karena itu, warga harus antre dengan cara meninggalkan jerigennya berjajar di sekitar bak penampungan. Warga juga harus sabar menanti urutan antreannya karena kucuran airnya di bak mandi pada saat musim kemarau ini sangat kecil.

Akibatnya, warga terpaksa harus turun mengambil air bersih ke Banyubiru sejauh 3 kilometer, atau mengambil air di sumur pompa bantuan sebuah perusahaan penambangan batu yang cuma mengalir pada siang hari saja.

  1. Kurangnya perbaikan kesejahteraan masyarakat

Dengan adanya CSR diharapkan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan pada akhirnya tercapai kesejahteraan masyarakat

 

.

 

b)Bagi Perusahaan tanpa adanya CSR

  1. Ketersediaan air untuk kelangsungan usaha Perusahaaan terganggu.

Ketersediaan air untuk kelangsungan usaha Perseroan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sumber air yang tidak terlepas dari keberadaan masyarakat yang tinggal dalam radius tertentu di sekitarnya yang merupakan bagian dari lingkungan itu sendiri.

  1. Kurangnya empati masyarakat terhadap perusahaan

Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan mempunyai tanggung jawab sosial kepada masyarakat turut mempengaruhi konsumen untuk tetap setia pada produk dari perusahaan tersebut.

 

 

2.      Dampak Positif CSR terhadap Masyarakat

Dampak Positif CSR terhadap Masyarakat Sekitar, antara lain:

  1. Kebutuhan masyarakat sekitar dapat terpenuhi
  2. Upaya perbaikan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kesehatan lingkungan.
  3. Pemantauan dan pengurangan emisi karbon serta
  4. Akses air bersih dan penyehatan lingkungan
  5. Meningkatkan taraf pendidikan masyarakat
  6. Megembangkan masyarakat menuju desa sosio eko bisnis

 

 

 

 

 

Dampak positif CSR bagi perusahaan

  1. Meningkatkan Citra PerusahaanDengan melakukan kegiatan CSR, konsumen dapat lebih mengenal perusahaan sebagai perusahaan yang selalu melakukan kegiatan yang baik bagi masyarakat.
  2.  Memperkuat “Brand” Perusahaan.

Melalui kegiatan memberikan product knowledge kepada konsumen dengan cara membagikan produk secara gratis, dapat menimbulkan kesadaran konsumen akan keberadaan produk perusahaan sehingga dapat meningkatkan posisi brand perusahaan

  1. Mengembangkan Kerja Sama dengan Para Pemangku Kepentingan

Dalam melaksanakan kegiatan CSR, perusahaan tentunya tidak mampu mengerjakan sendiri, jadi harus dibantu dengan para pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, masyarakat, dan universitas lokal. Maka perusahaan dapat membuka relasi yang baik dengan para pemangku kepentingan tersebut.

  1. Membedakan Perusahaan dengan Pesaingnya

Jika CSR dilakukan sendiri oleh perusahaan, perusahaan mempunyai kesempatan menonjolkan keunggulan komparatifnya sehingga dapat membedakannya dengan pesaing yang menawarkan produk atau jasa yang sama.

  1. Menghasilkan Inovasi dan Pembelajaran untuk Meningkatkan Pengaruh Perusahaan

Memilih kegiatan CSR yang sesuai dengan kegiatan utama perusahaan memerlukan kreativitas. Merencanakan CSR secara konsisten dan berkala dapat memicu inovasi dalam perusahaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan peran dan posisi perusahaan dalam bisnis global.

  1. Membuka Akses untuk Investasi dan Pembiayaan bagi Perusahaan

Para investor saat ini sudah mempunyai kesadaran akan pentingnya berinvestasi pada perusahaan yang telah melakukan CSR. Demikian juga penyedia dana, seperti perbankan, lebih memprioritaskan pemberian bantuan dana pada perusahaan yang melakukan CSR.

 

 

  1. Meningkatkan Harga Saham

Pada akhirnya jika perusahaan rutin melakukan CSR yang sesuai dengan bisnis utamanya dan melakukannya dengan konsisten dan rutin, masyarakat bisnis (investor, kreditur,dll), pemerintah, akademisi, maupun konsumen akan makin mengenal perusahaan. Maka permintaan terhadap saham perusahaan akan naik dan otomatis harga saham perusahaan juga akan meningkat.

 

3.     Upaya Penerapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan PT. Tirta Investama untuk  Berkembang Bersama Masyarakat

Kegiatan-kegiatan atau program yang telah dilaksanakan Perseroan di lingkungan pabriknya antara lain:

  1. Konservasi Lingkungan.Perseroan turut berkontribusi dalam inisiatif-inisiatif konservasi lingkungan. Fokus kegiatan konservasi yang dilakukan Perseroan pada saat ini adalah pembibitan pohon keras dan pohon buah, yang merupakan langkah awal dari kegiatan konservasi di hutan dan daerah tangkapan air. Program yang dinamakan “Hutan Sekolah” dirancang untuk melibatkan sekolah-sekolah supaya ikut serta dalam upaya pelestarian lingkungan. Selama Tahun 2008, sudah 3 sekolah yang terlibat, yakni SDN Babakan Pari 2, SDN Dukuh dan Madrasah Al Barokah. Murid dan guru dari ketiga sekolah dengan pendampingan Perseroan dan Kebun Raya Bogor, mengembangkan pembibitan pohon keras dan buah di lingkungan sekolah.

Selain itu, dilakukan juga penanaman pohon di daerah sekitar daerah sumber dan pembagian pohon manggis sebanyak 4.000 buah yang dilakukan dalam dua tahap kepada 1.665 Kepala Keluarga di Desa Tangkil, Kecamatan Ciawi sebagai lanjutan dari program tahun lalu di Desa Babakan Pari. Pada tahun ini, Perseroan juga mulai bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al- Amin dalam program pembibitan Pohon Puspa dan Albasia yang nantinya digunakan untuk program konservasi Gunung Salak.

Perseroan dalam melakukan kegiatannya selalu mengacu pada kebutuhan masyarakat sekitar, dan bekerja sama dengan pemerintah, sekolah dan masyarakat di daerah sekitar Pabrik dalam pembibitan, pendistribusian dan penanaman pohon, baik di daerah konservasi, lingkungan desa, pekarangan masyarakat maupun di sekitar sumber AQUA.

  1. Air Bersih Hidup Sehat

Program Air Bersih Hidup Sehat merupakan program yang dirancang oleh Perseroan untuk berkontribusi dalam upaya perbaikan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kesehatan lingkungan. Pada tahun 2008, Perseroan mengimplementasikan program tersebut di Kampung Darmaga, Babakan Pari, yang lokasinya berdekatan dengan Sumber Air Kubang. Sebelum program tersebut dilaksanakan, masyarakat menggunakan air yang berasal dari rembesan sawah yang disalurkan ke kolam penampungan air. Air tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, cuci, masak, wudhu dan kebutuhan lainnya. Di dalam program ini, kegiatan yang dilakukan adalah pembangunan instalasi pompa, penampungan air, MCK umum, dan tempat wudhu yang dapat dimanfaatkan oleh sekitar 320 orang yang merupakan penduduk Rt 4 – Rw 2, Desa Babakan Pari. Pada pelaksanaan Program Air Bersih Hidup Sehat ini, Perseroan bekerja sama dengan Panitia Sarana Air Bersih yang dibentuk secara mandiri oleh masyarakat. Partisipasi masyarakat ditunjukkan dengan keterlibatan yang aktif dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan fasilitas yang telah terbangun. Kontribusi Perseroan dalam program ini berbentuk bantuan teknis, peralatan dan material bangunan, pompa, listrik, serta pemipaan. Selain pembangunan sarana-sarana tersebut, Perseroan merencanakan untuk melanjutkan program ini dengan pelatihan dan penyuluhan perilaku hidup bersih bagi masyarakat.

  1. Pendidikan

Sejak akhir tahun 2007 Perseroan berpartisipasi dalam mengembangkan program pendidikan di sekitar lokasi Pabrik Perseroan. Program pendidikan yang telah dikembangkan, mengutamakan pola transparansi dan kemitraan, baik melalui capacity building (perencanaan, pelaksananaan, pelaporan) dan pendanaan. Dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, baik dari sisi kebijakan pemerintah maupun Perseroan maka disusunlah Program Bantuan Sekolah (Supporting School Program). Program ini bertujuan untuk memperkaya dalam bentuk dukungan pendidikan dari Perseroan.Secara rutin, Perseroan mulai memberikan kontribusi tersebut kepada 25 SD/MI sekitar lokasi pabrik berupa pengembangan infrastruktur maupun kelengkapan lain yang terkait dengan aktivitas belajar-mengajar di sekolah-sekolah tersebut.Di samping itu, Perseroan juga turut mengembangkankampanye lingkungan hidup bagi murid-murid sekolah melalui RAMSAR Game. Pendidikan tentang lingkungan hidup yang disampaikan melalui permainan ini, dapat dimainkan di dalam kelas. Diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kecintaan anak-anak sebagai generasi penerus akan arti pentingnya pelestarian lingkungan.

  1. Bantuan Sosial

Selain tiga program tersebut, kepedulian Perseroan kepada masyarakat juga ditunjukkan dengan melakukan bantuan-bantuan sosial, antara lain:Khitanan masal dan pembagian hewan kurban setiap tahun di sekitar pabrikPengobatan gratis di Desa Mekarsari dan Babakan Pari bekerja samaSabit Merah Indonesia Cabang Sukabumi.Perbaikan saluran air untuk penanggulangan banjir di sekitar Pabrik Citeureup.Perseroan tetap terus melaksanakan program-program tanggung jawab sosialnya secara bertahap, dan berkesinambungan dengan melibatkan para pemangku kepentingan. Pengeluaran Perseroan dalam program sosial pada tahun 2008 sejumlah Rp. 1,5 milyar yang dialokasikan untuk program-program dan bantuan sosial untuk masyarakat di sekitar pabrik-pabrik milik Perseroan.

Program-program CSR AQUA berada dalam suatu payung besar yang dinamakan AQUA LESTARI. Di dalam AQUA LESTARI ini, terdapat empat program utama yaitu:

Konservasi dan pendidikan lingkungan Pertanian organik dan manajemen sumber daya air berkelanjutan

  1. Pemantauan dan pengurangan emisi karbon serta.Akses air bersih dan penyehatan lingkungan yang biasa disebut sebagai WASH.Selain lelakukan program CSR disekitar lingkungan pabrik, PT Aqua juga turut melakukan program CSR di sebagian besar wilayah Indonesia. Berikut diantaranya beberapa kutipan berita program-program CSR yang dilakukan di beberapa wilayah Indonesia:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

A.  Kesimpulan

1.  Bahwa didalam kegiatan CSR terjadi hubungan timbal balik antara masyarakat dengan corporate

2.  Banyak dampak positif yang dirasakan masyarakat sekitar dengan adanya CSR.

3.  PT. Tirta Imvestama  turur berperan untuk memberikan kontribusi dalam pencapaian kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat.

4.  Dengan bertanggungjawab sosial masyarakat CSR citra masyarakat akan suatu produk yang dihasilkan( Memperkuat “Brand” Perusahaan)

 

B.        Saran

Tanggung jawab sosiaPT Tirta Investama  ini akan suskses bila ada kerjasama diantara perusahaan dengan masyarakat. Untuk mencapai dunia yang lebih setara, berkelanjutan tanpa kemiskinan dan kerusakan lingkungan. Dibutuhkan pergeseran paradigma, dari pemenuhan “kepentingan individu” menjadi “kepentingan bersama”, yaitu perubahan dari pengelolaan “corporate usual responsibility” menjadi  “corporate social responsibility”, yang berarti berubahnya orientasi dari gaya hidup “Saya” menjadi “Kita”. Seluruh anggota masyarakat harus bekerja bersama sebagai team untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik untuk kita semua.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Dirjosisworo Soejono, Hukum Perusahaan Mengenai Penanaman Modal, Indonesia, Mandar Maju, Bandung: 1999.

 

Dwi Nurwoko (2006) Sosiologi teks pergaulan dan terapan. Jakarta : Kencana

 

http://business enveroment.wordpress.com/2007/03/01/program -C http://www.djpp.depkumham.go.id/hukum-bisnis/84-tanggung-jawab-sosial-perusahaan-corporate-social-responsibility-dan-iklim-penanaman-modal.htmlhttp://labitacanadase.webs.com/apps/blog/show/2694870

 

Mochtar Kusumaatmadja, Hukum, Masyarakat dan Pembinaan Hukum Nasional, Binacipta, Bandung

 

Sonny A . Keraf, Etika BIsnis : Tuntutan dan Relevansinya, Yogyakarta, Kanisius, 1998.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>